KIMI TO BOKU NO KANKEI
Pagi yang indah di salah satu sudut kota kembang Bandung. Sisa embun
yang mendinginkan suasana , sementara dari ufuk timur matahari mulai
menunjukkan sinarnya menjadi penanda aktifitas baru bagi Benny. Benny seorang
siswa SMA di salah satu Kabupaten Bandung. Sederhana namun cerdas adalah hal
yang menggambarkan pribadi dari Benny yang selalu berprestasi di sekolahnya.
”( Andai jatuh cinta akan segera tahu selalu
terdiam melamun)”
Hari itu Benny telah siap dengan sepedanya untuk ke sekolah , jarak yang cukup jauh dan keterbatasan transportasi memaksanya untuk berangkat lebih pagi dari siswa lainnya.
Dengan bernyanyi-nyanyi kecil ia terus menggenjot sepedanya , tapi tiba tiba ia terkejut karena di depannya ada ibu-ibu yang baru pulang dari pasar dan “bruuk” sepedanya menabrak sebuah pohon disamping jalan
“kalo nyetir liat liat nak , masih pagi udah nyium pohon aja”
“hehehe , iya nih bu .. nggak konsen sih” ujar Benny sambil kembali membangunkan sepedanya dan bergegas ke sekolah.
Akhirnya Benny sampai ke sekolah , segera saja dia bergegas ke kelas karena 15 menit lagi pelajaran dimulai.
Bel tanda pelajaran pun berbunyi , semua murid segera masuk kelas termasuk Fia.
Fia adalah teman sebangku Benny , rambut hitam panjang serta lesung pipit yang membuat Fia menjadi wanita yang Benny idam-idamkan
“Hai Ben ...” sapa Fia singkat
“Hai Fi ..”
Hari itu Benny telah siap dengan sepedanya untuk ke sekolah , jarak yang cukup jauh dan keterbatasan transportasi memaksanya untuk berangkat lebih pagi dari siswa lainnya.
Dengan bernyanyi-nyanyi kecil ia terus menggenjot sepedanya , tapi tiba tiba ia terkejut karena di depannya ada ibu-ibu yang baru pulang dari pasar dan “bruuk” sepedanya menabrak sebuah pohon disamping jalan
“kalo nyetir liat liat nak , masih pagi udah nyium pohon aja”
“hehehe , iya nih bu .. nggak konsen sih” ujar Benny sambil kembali membangunkan sepedanya dan bergegas ke sekolah.
Akhirnya Benny sampai ke sekolah , segera saja dia bergegas ke kelas karena 15 menit lagi pelajaran dimulai.
Bel tanda pelajaran pun berbunyi , semua murid segera masuk kelas termasuk Fia.
Fia adalah teman sebangku Benny , rambut hitam panjang serta lesung pipit yang membuat Fia menjadi wanita yang Benny idam-idamkan
“Hai Ben ...” sapa Fia singkat
“Hai Fi ..”
“(Andai jatuh cinta Setiap saat selalu kan terus memperhatikan
handphone)”
Guru pun memasuki ruang kelas , hari itu jam pertama adalah pelajaran Bahasa Inggris
“baik anak-anak , bapak akan rapat dengan beberapa guru mata pelajaran terkait akan diadakannya olimpiade untuk itu bapak akan memberikan tugas soal tenses , silahkan kalian kerjakan dengan teman sebangku kalian dan tugas itu sudah bapak buat disini .. ketua kelas tolong dibagikan”
Setelah dibagikan , Benny melihat sejenak tugas itu .. Bahasa Inggris dan Matematika merupakan pelajaran favorit Benny saat di sekolah.
“yuk kerjain bareng , kamu bagian nulis ya Fi ..”
“sip sip , eh bentar ...” Fia merogoh hpnya dan membukanya dibawah meja.
“bentar ya Ben ..”
Fia masih saja memainkan HPnya , Benny mencoba menegurnya.
“Fi , ayo kerjain keburu abis ntar waktunya”
“eh iya-iya , sampai mana tadi ?”
“kita belum ngerjain sama sekali ....”
“hehe maaf maaf , yuk kerjain”
Baru mendapat beberapa nomer , HP Fia bergetar lagi
“bentar Ben ...”
Benny sedikit jengkel dan ia memilih mengerjakannya sendiri , sementara Fia masih terus sibuk dengan HPnya.
“(Tanpa kusadari aku sendirian ......)”
Fia sedikit egois , tapi dia begitu mempesona ... entahlah aku selalu kagum dengannya , aku berharap Fia tau tentang perasaanku selama ini padanya , ujar Benny dalam hati
Guru pun memasuki ruang kelas , hari itu jam pertama adalah pelajaran Bahasa Inggris
“baik anak-anak , bapak akan rapat dengan beberapa guru mata pelajaran terkait akan diadakannya olimpiade untuk itu bapak akan memberikan tugas soal tenses , silahkan kalian kerjakan dengan teman sebangku kalian dan tugas itu sudah bapak buat disini .. ketua kelas tolong dibagikan”
Setelah dibagikan , Benny melihat sejenak tugas itu .. Bahasa Inggris dan Matematika merupakan pelajaran favorit Benny saat di sekolah.
“yuk kerjain bareng , kamu bagian nulis ya Fi ..”
“sip sip , eh bentar ...” Fia merogoh hpnya dan membukanya dibawah meja.
“bentar ya Ben ..”
Fia masih saja memainkan HPnya , Benny mencoba menegurnya.
“Fi , ayo kerjain keburu abis ntar waktunya”
“eh iya-iya , sampai mana tadi ?”
“kita belum ngerjain sama sekali ....”
“hehe maaf maaf , yuk kerjain”
Baru mendapat beberapa nomer , HP Fia bergetar lagi
“bentar Ben ...”
Benny sedikit jengkel dan ia memilih mengerjakannya sendiri , sementara Fia masih terus sibuk dengan HPnya.
“(Tanpa kusadari aku sendirian ......)”
Fia sedikit egois , tapi dia begitu mempesona ... entahlah aku selalu kagum dengannya , aku berharap Fia tau tentang perasaanku selama ini padanya , ujar Benny dalam hati
Bel tanda istirahat telah berbunyi , semua anak keluar kelas ..
kecuali Benny , ia mungkin masih sedikit jengkel soal tugas tadi.
Sadar akan sifatnya , Fia mencoba menghampiri Benny yang masih membaca buku di mejanya
“Hai Ben ...”
“Hai ...”
“Marah ya ? Maaf ya , tadi Bobby sms makanya aku bales sms dia , soalnya kalo nggak dibales dia kadang suka ngambek nggak jelas gitu”
“oh ... gapapa kok , lagian tugasnya juga udah selesai kan ?”
“iya sih , tapi ya nggak enak aja akunya .. maaf ya” Fia menggenggam tangan Benny , Benny sedikit gugup tapi dia berusaha mengontrolnya
Tak sadar ternyata Bobby memperhatikan dari pintu kelas mereka , Bobby adalah pacar Fia , dia anak orang kaya , stylish , ditambah dia merupakan kapten tim basket sekolah.
“Ehem ehem !”
Mereka berdua menoleh
“Eh kamu ..”
“Hai Bob”
“Nggak usah sok manis lo !” Bobby menghampiri Benny dan menarik seragam Benny
“sini lo ikut gue !” Bobby menyeret Benny keluar kelas
tiba-tiba Bobby memukul Benny yang membuatnya langsung jatuh , sontak situasi tersebut membuat anak-anak yang lain menghampiri mereka
“lo jangan coba-coba deketin Fia atau lo bakal berhadapan dengan gue !”
Fia menolong Benny yang terjatuh ke lantai
“Ben .. kamu gapapa kan ? maaf ya ..”
Fia seketika berdiri dan memarahi Bobby
“kamu apa-apaan sih ! dia temen sebangku aku , aku Cuma mau minta maaf soal tugas di kelas tadi” segera Fia menggandeng Bobby pergi.
Sadar akan sifatnya , Fia mencoba menghampiri Benny yang masih membaca buku di mejanya
“Hai Ben ...”
“Hai ...”
“Marah ya ? Maaf ya , tadi Bobby sms makanya aku bales sms dia , soalnya kalo nggak dibales dia kadang suka ngambek nggak jelas gitu”
“oh ... gapapa kok , lagian tugasnya juga udah selesai kan ?”
“iya sih , tapi ya nggak enak aja akunya .. maaf ya” Fia menggenggam tangan Benny , Benny sedikit gugup tapi dia berusaha mengontrolnya
Tak sadar ternyata Bobby memperhatikan dari pintu kelas mereka , Bobby adalah pacar Fia , dia anak orang kaya , stylish , ditambah dia merupakan kapten tim basket sekolah.
“Ehem ehem !”
Mereka berdua menoleh
“Eh kamu ..”
“Hai Bob”
“Nggak usah sok manis lo !” Bobby menghampiri Benny dan menarik seragam Benny
“sini lo ikut gue !” Bobby menyeret Benny keluar kelas
tiba-tiba Bobby memukul Benny yang membuatnya langsung jatuh , sontak situasi tersebut membuat anak-anak yang lain menghampiri mereka
“lo jangan coba-coba deketin Fia atau lo bakal berhadapan dengan gue !”
Fia menolong Benny yang terjatuh ke lantai
“Ben .. kamu gapapa kan ? maaf ya ..”
Fia seketika berdiri dan memarahi Bobby
“kamu apa-apaan sih ! dia temen sebangku aku , aku Cuma mau minta maaf soal tugas di kelas tadi” segera Fia menggandeng Bobby pergi.
Bel pulang telah berbunyi , Benny segera keluar kelas dan bersembunyi
di WC. Lewat celah pintu ia meliat Fia sepertinya mencarinya tapi ia lebih
memilih bersembunyi.
Saat ia keluar , Benny melihat Fia duduk sendiri di bangku depan kelas 11. Benny berniat menghampiri tapi Bobby lebih dulu menghampiri dia dan mengajaknya pulang , sambil tertunduk lesu Benny memilih untuk ke perpustakaan.
Saat ia keluar , Benny melihat Fia duduk sendiri di bangku depan kelas 11. Benny berniat menghampiri tapi Bobby lebih dulu menghampiri dia dan mengajaknya pulang , sambil tertunduk lesu Benny memilih untuk ke perpustakaan.
“(Andai jatuh cinta akan segera tahu selalu terdiam melamun)”
Keesokannya tak terjadi banyak perbincangan antara Benny dan Fia , Fia merasa Benny mungkin marah akibat ulah Bobby kemarin jadi dia sedikit canggung untuk menyapanya terlebih dulu begitupun Benny.
Bel istirahat berbunyi , Benny memilih duduk didepan ruang komputer kemudian datanglah Alvin , Alvin merupakan teman sebangku saat Benny SMP dulu , tapi mereka berbeda jurusan karena Alvin masuk jurusan IPS sedangkan Benny masuk jurusan IPA.
“Wah wah , ngelamun aja kerjaan lu ntar lu kesambet .. eh iya udah kesambet si Fia”
“apaan sih , nggak lucu tau”
“yaelah bro , idup lu masih aja kaku kek tiang basket , mendingan ntar lu ikutan gue nobar sepakbola”
“nggak ah , gue ga terlalu minat”
“eh ngomong-ngomong , gimana kabar si Fia ?”
“tau , lu tanya aja orangnya sendiri”
“lagian lu ngapain sih ngebet banget sama dia , udah jelas orangnya kayak gitu .. Fia itu matre bro”
“lah kok lu seenaknya aja nge-judge seseorang , ya nggak bisa gitu lah”
“iya lah , kalo emang Fia nggak matre , harusnya dia milih elu yang udah bela-belain selama ini , kok dia malah milih Bobby yang anak orang kaya , berarti matre kan ?”
“ya nggak bisa gitu lah , sama aja lu nuduh dia ... ah udah ah makin puyeng kalo ketemu lu , gue ke kelas dulu” ujar Benny sambil ngeloyor pergi.
Keesokannya tak terjadi banyak perbincangan antara Benny dan Fia , Fia merasa Benny mungkin marah akibat ulah Bobby kemarin jadi dia sedikit canggung untuk menyapanya terlebih dulu begitupun Benny.
Bel istirahat berbunyi , Benny memilih duduk didepan ruang komputer kemudian datanglah Alvin , Alvin merupakan teman sebangku saat Benny SMP dulu , tapi mereka berbeda jurusan karena Alvin masuk jurusan IPS sedangkan Benny masuk jurusan IPA.
“Wah wah , ngelamun aja kerjaan lu ntar lu kesambet .. eh iya udah kesambet si Fia”
“apaan sih , nggak lucu tau”
“yaelah bro , idup lu masih aja kaku kek tiang basket , mendingan ntar lu ikutan gue nobar sepakbola”
“nggak ah , gue ga terlalu minat”
“eh ngomong-ngomong , gimana kabar si Fia ?”
“tau , lu tanya aja orangnya sendiri”
“lagian lu ngapain sih ngebet banget sama dia , udah jelas orangnya kayak gitu .. Fia itu matre bro”
“lah kok lu seenaknya aja nge-judge seseorang , ya nggak bisa gitu lah”
“iya lah , kalo emang Fia nggak matre , harusnya dia milih elu yang udah bela-belain selama ini , kok dia malah milih Bobby yang anak orang kaya , berarti matre kan ?”
“ya nggak bisa gitu lah , sama aja lu nuduh dia ... ah udah ah makin puyeng kalo ketemu lu , gue ke kelas dulu” ujar Benny sambil ngeloyor pergi.
“(Jika aku bisa meringankan beban ......)”
2 Bulan berlalu .. Fia dan Benny masih seperti dulu , tapi perasaan cinta Benny pada Fia malah semakin membesar apalagi Bobby sudah tak menaruh curiga lagi pada Benny tapi tetap saja Benny tau bahwa Fia milik orang lain.
Hari itu Benny datang lebih pagi , ia langsung menuju kelas tapi sesampainya disana kelas masih sepi , dilihatnya jam dinding masih pukul 05.50. Benny menaruh tasnya , tapi saat ia memeriksa kolong meja ia menemukan buku Fia
“hmm masih aja suka ceroboh” dibukanya buku Fia , ternyata itu buku matematika dan ada PR yang harusnya dikumpulkan hari ini
“loh bukunya ketinggalan , gimana dia mau belajar ... gimana ya , yaudah lah” Benny membawa buku itu dan tasnya ke perpustakaan , ia berniat mengerjakan tugas milik Fia itu.
Tugas Fia selesai , dan Benny bergegas ke kelas ... sesampainya disana ia belum melihat Fia , dia menaruh kembali buku itu dibawah kolong meja Fia dan Benny keluar kelas.
Bel masuk telah berbunyi , Benny kembali ke kelas dan ia masih belum melihat Fia , ada sedikit kekhawatiran di hati Benny.
Guru pun memasuki kelas , disusul Fia yang berlari masuk.
“Maaf pak , saya terlambat ..”
“saya tau kamu terlambat , kamu kenapa terlambat ?”
“Macet pak , kemarin saudara saya yang di Jakarta nikahan pak , pas pulangnya kejebak macet”
“hmm .. yaudah silahkan duduk”
“makasih pak”
Fia segera duduk , Benny pura-pura membaca buku.
“Ben , kamu liat buku matematikaku nggak ? nggak ada aku cari dirumah”
“nggak tau Fi , nggak kebawa aku juga”
“duh gimana dong , tugasnya ada di buku itu ...”
“tugas matematika ? lah gimana sih ?” Benny berpura-pura
Saat tangan Fia merogoh kolong mejanya , ia mendapati bukunya disana
“nah ketemu nih , ketinggalan ternyata .. eh tapi percuma juga , aku belum ngerjain”
Benny hanya diam dan Fia membuka bukunya
”eh siapa nih yang ngerjain ? kamu ya Ben ?”
“enggak , kan aku aja nggak tau buku kamu disitu”
“makasih Ya Allah , akhirnya selesai , eh tapi serius siapa ya yang ngerjain ?”
“setan kali , kan semaleman disini barang kali dikerjain kuntilanak”
“ih Benny , nggak lucu ah ... apa iya aku punya penggemar rahasia ?”
“HAH ?”
“apasih Ben , ya barangkali aja gitu haha”
2 Bulan berlalu .. Fia dan Benny masih seperti dulu , tapi perasaan cinta Benny pada Fia malah semakin membesar apalagi Bobby sudah tak menaruh curiga lagi pada Benny tapi tetap saja Benny tau bahwa Fia milik orang lain.
Hari itu Benny datang lebih pagi , ia langsung menuju kelas tapi sesampainya disana kelas masih sepi , dilihatnya jam dinding masih pukul 05.50. Benny menaruh tasnya , tapi saat ia memeriksa kolong meja ia menemukan buku Fia
“hmm masih aja suka ceroboh” dibukanya buku Fia , ternyata itu buku matematika dan ada PR yang harusnya dikumpulkan hari ini
“loh bukunya ketinggalan , gimana dia mau belajar ... gimana ya , yaudah lah” Benny membawa buku itu dan tasnya ke perpustakaan , ia berniat mengerjakan tugas milik Fia itu.
Tugas Fia selesai , dan Benny bergegas ke kelas ... sesampainya disana ia belum melihat Fia , dia menaruh kembali buku itu dibawah kolong meja Fia dan Benny keluar kelas.
Bel masuk telah berbunyi , Benny kembali ke kelas dan ia masih belum melihat Fia , ada sedikit kekhawatiran di hati Benny.
Guru pun memasuki kelas , disusul Fia yang berlari masuk.
“Maaf pak , saya terlambat ..”
“saya tau kamu terlambat , kamu kenapa terlambat ?”
“Macet pak , kemarin saudara saya yang di Jakarta nikahan pak , pas pulangnya kejebak macet”
“hmm .. yaudah silahkan duduk”
“makasih pak”
Fia segera duduk , Benny pura-pura membaca buku.
“Ben , kamu liat buku matematikaku nggak ? nggak ada aku cari dirumah”
“nggak tau Fi , nggak kebawa aku juga”
“duh gimana dong , tugasnya ada di buku itu ...”
“tugas matematika ? lah gimana sih ?” Benny berpura-pura
Saat tangan Fia merogoh kolong mejanya , ia mendapati bukunya disana
“nah ketemu nih , ketinggalan ternyata .. eh tapi percuma juga , aku belum ngerjain”
Benny hanya diam dan Fia membuka bukunya
”eh siapa nih yang ngerjain ? kamu ya Ben ?”
“enggak , kan aku aja nggak tau buku kamu disitu”
“makasih Ya Allah , akhirnya selesai , eh tapi serius siapa ya yang ngerjain ?”
“setan kali , kan semaleman disini barang kali dikerjain kuntilanak”
“ih Benny , nggak lucu ah ... apa iya aku punya penggemar rahasia ?”
“HAH ?”
“apasih Ben , ya barangkali aja gitu haha”
Semua tugas akhirnya dikumpulkan , perasaan Fia senang bercampur
bingung dan ia masih saja memikirkan soal secret
admirer itu.
“anak-anak , sekarang kerjakan halaman 21 di buku kalian , 1 jam pelajaran cukup kan ? nanti di kumpulkan dan 1 jam berikutnya bapak akan bahas”
“iyaa paaaakk !” jawab anak-anak satu kelas kompak
“huaah tugas lagi , capek aku Ben”
“yahh namanya juga kelas 12 , ngejar materi UN lah Fi” kata Benny sambil mengerjakan tugasnya
“kamu nggak ngerjain Fi ? 1 jam doang loh ...”
“ntar Ben ..”
1 jam pelajaran berlalu , Benny mengingatkan Fia
“Fi , kamu beneran nggak ngerjain ?”
“ngerjain kok”
“mana aku nggak liat kamu ngerjain ..”
“tuh ..” dia menunjuk buku Benny
“apanya ? ini punyaku Fi”
“anu Ben .. itu bukuku yang kamu pake buat ngerjain ....”
“HAH ?! SERIUS ?!” Benny membuka sampul depannya dan benar itu buku Fia
“kok kamu nggak ngingetin sih ?! nggak lucu tau Fi.”
“abisnya kamu serius banget sih , aku takut ganggu aja”
Jam pelajaran pertama selesai , Benny belum mendapat 1 nomer pun karena ia mengerjakan di buku Fia
“baik kumpulkan tugasnya di depan , bapak akan nilai dan nanti bapak bahas”
“paaakk ....”
“iya Benny , ada apa ?”
“maaf pak , saya belum selesai”
“belum selesai gimana ? kumpulin aja seadanya Ben”
“tapi ....”
Guru itu menghampiri meja Benny
“loh kok kosong Ben ? kamu daritadi ngapain aja ?!”
“maaf pak ... soalnya sulit”
“sekarang kamu keluar , kerjain di luar jangan masuk sebelum kamu selesai”
“baik pak ....” Benny pun keluar dan Fia hanya memandang Benny dengan perasaan bersalah.
“anak-anak , sekarang kerjakan halaman 21 di buku kalian , 1 jam pelajaran cukup kan ? nanti di kumpulkan dan 1 jam berikutnya bapak akan bahas”
“iyaa paaaakk !” jawab anak-anak satu kelas kompak
“huaah tugas lagi , capek aku Ben”
“yahh namanya juga kelas 12 , ngejar materi UN lah Fi” kata Benny sambil mengerjakan tugasnya
“kamu nggak ngerjain Fi ? 1 jam doang loh ...”
“ntar Ben ..”
1 jam pelajaran berlalu , Benny mengingatkan Fia
“Fi , kamu beneran nggak ngerjain ?”
“ngerjain kok”
“mana aku nggak liat kamu ngerjain ..”
“tuh ..” dia menunjuk buku Benny
“apanya ? ini punyaku Fi”
“anu Ben .. itu bukuku yang kamu pake buat ngerjain ....”
“HAH ?! SERIUS ?!” Benny membuka sampul depannya dan benar itu buku Fia
“kok kamu nggak ngingetin sih ?! nggak lucu tau Fi.”
“abisnya kamu serius banget sih , aku takut ganggu aja”
Jam pelajaran pertama selesai , Benny belum mendapat 1 nomer pun karena ia mengerjakan di buku Fia
“baik kumpulkan tugasnya di depan , bapak akan nilai dan nanti bapak bahas”
“paaakk ....”
“iya Benny , ada apa ?”
“maaf pak , saya belum selesai”
“belum selesai gimana ? kumpulin aja seadanya Ben”
“tapi ....”
Guru itu menghampiri meja Benny
“loh kok kosong Ben ? kamu daritadi ngapain aja ?!”
“maaf pak ... soalnya sulit”
“sekarang kamu keluar , kerjain di luar jangan masuk sebelum kamu selesai”
“baik pak ....” Benny pun keluar dan Fia hanya memandang Benny dengan perasaan bersalah.
“(Jika aku bisa meringankan beban ......)”
Bel istirahat telah terdengar , tiba tiba guru matematika tadi memanggil Benny yang duduk didepan Laboratorium.
“Benny ...”
“iya pak , ada apa pak ?”
“sekarang kamu ikut bapak ke ruang guru”
“loh ada apa lagi pak ? kan tugasnya sudah selesai tadi.”
“pokoknya ikut aja , nanti bapak kasih tau”
Guru itu berjalan menuju ruang guru sementara Benny mengikutinya di belakang
“ada apa pak ?”
“sini kamu duduk ..” Benny pun duduk
“bapak akhir-akhir ini kecewa sama kamu Ben ..”
“kecewa ? emang salah saya apa pak ?”
“kamu salah satu murid yang bapak percaya , bapak bisa andalkan kamu di ajang cerdas cermat antar sekolah atau olimpiade sains , bisa dibilang kamu salah satu murid kesayangan bapak , tapi ...”
“tapi kenapa pak ?”
“akhir-akhir ini prestasi kamu turun , kamu bukan Benny yang dulu bapak banggakan”
Benny hanya diam , dia tau dia bersalah
“sebenarnya ada apa Ben ? apa yang membuat kamu seperti itu ? apalagi tadi di kelas , kamu nggak ngerjain tugas yang bapak berikan , itu seperti tamparan buat bapak”
“ada satu masalah kecil di keluarga saya pak , saya tidak bisa bercerita pak”
“yaudah nggak apa-apa , bapak harap masalah itu nggak membuat kamu seperti ini terus terusan ya Ben , tapi kalo memang seperti itu terpaksa bapak harus mencari pengganti kamu di olimpiade nanti”
“jangan pak ...”
“makanya , karena bapak percaya kamu Ben .. sekarang kamu kembali ke kelas sana”
“makasih pak .. makasih banyak”
“iya Ben ...”
Benny tertunduk lesu , sekarang dia merasa bersalah pada kedua orang tuanya karena telah menyia-nyiakan kepercayaan mereka.
Bel istirahat telah terdengar , tiba tiba guru matematika tadi memanggil Benny yang duduk didepan Laboratorium.
“Benny ...”
“iya pak , ada apa pak ?”
“sekarang kamu ikut bapak ke ruang guru”
“loh ada apa lagi pak ? kan tugasnya sudah selesai tadi.”
“pokoknya ikut aja , nanti bapak kasih tau”
Guru itu berjalan menuju ruang guru sementara Benny mengikutinya di belakang
“ada apa pak ?”
“sini kamu duduk ..” Benny pun duduk
“bapak akhir-akhir ini kecewa sama kamu Ben ..”
“kecewa ? emang salah saya apa pak ?”
“kamu salah satu murid yang bapak percaya , bapak bisa andalkan kamu di ajang cerdas cermat antar sekolah atau olimpiade sains , bisa dibilang kamu salah satu murid kesayangan bapak , tapi ...”
“tapi kenapa pak ?”
“akhir-akhir ini prestasi kamu turun , kamu bukan Benny yang dulu bapak banggakan”
Benny hanya diam , dia tau dia bersalah
“sebenarnya ada apa Ben ? apa yang membuat kamu seperti itu ? apalagi tadi di kelas , kamu nggak ngerjain tugas yang bapak berikan , itu seperti tamparan buat bapak”
“ada satu masalah kecil di keluarga saya pak , saya tidak bisa bercerita pak”
“yaudah nggak apa-apa , bapak harap masalah itu nggak membuat kamu seperti ini terus terusan ya Ben , tapi kalo memang seperti itu terpaksa bapak harus mencari pengganti kamu di olimpiade nanti”
“jangan pak ...”
“makanya , karena bapak percaya kamu Ben .. sekarang kamu kembali ke kelas sana”
“makasih pak .. makasih banyak”
“iya Ben ...”
Benny tertunduk lesu , sekarang dia merasa bersalah pada kedua orang tuanya karena telah menyia-nyiakan kepercayaan mereka.
“(Tidak didengarkan Dijawab seadanya saja
Sedikit mengangguk tanda tahu Meski pikiranmu tidak ada di sini)”
Sesampainya di kelas , Fia sudah menunggu Benny.
“Ben ...”
“apa Fi ?”
“maafin aku ya , aku tau itu nggak lucu”
“iya gapapa kok”
“gini deh sekarang biar pikiran kamu dingin , aku traktir es di kantin deh”
“nggak usah Fi , makasih”
“ayo dong Ben .. plissss” kata Fia memelas
“hmm yaudah deh”
Mereka pun ke kantin , Fia mengajak duduk di pojok kiri kantin itu tapi Fia justru sibuk dengan hpnya lagi , bahkan tidak terjadi percakapan diantara mereka
“Fi , aku balik ke kelas aja ya ..”
“ih ngapain sih Ben , oke oke ... duduk sini , kamu kayak si Bobby ngambekan mulu”
Benny makin merasa kesal ketika nama Bobby disebut Fia
“eh ngomong ngomong cowok itu kalo main game cewek lucu ya”
“maksudnya ?”
“ya kemarin pas malam minggu aku kan jalan sama si Bobby , nah pas di arena game aku liat salah satu game kan , ternyata game itu buat cewek namanya Aikatsu .. nah aku iseng aja si Bobby suruh nyoba , haha lucu tau” Fia tertawa sementara Benny hanya sibuk dengan minumannya , dia lebih memilih memainkan sedotan di gelasnya daripada mendengarkan cerita Fia sementara Fia terus saja bercerita tentang dia dan Bobby yang makin membuat Benny kesal.
Bel tanda istirahat selesai pun berbunyi , Benny dan Fia kembali ke kelas dan bersiap untuk mata pelajaran berikutnya , Fisika.
Guru fisika pun masuk , setelah membahas beberapa materi , dia memberikan tugas.
“anak anak kerjakan halaman 30 , nanti dikumpulkan ya ..”
tiba tiba ada yang nyeletuk dari belakang
“kerjain sekarang nih bu ?”
“Nggak , kerjain kalo kalian udah lulus aja”
Seketika semua seisi kelas tertawa termasuk Fia tapi Benny justru memperhatikan wajah Fia.
“udah sekarang kerjain , nanti dikumpulkan ya ..”
“iyaaaa buuu” jawab siswa sekelas kompak
tapi saat semua tengah mengerjakan soal , hp Fia berbunyi
“aduh gimana nih , lupa gue silent”
Guru itu bertanya hp siapa yang berbunyi , tapi tidak ada yang mengaku
“kalo masih nggak ada yang ngaku , besok ibu nggak akan masuk kelas kalian lagi”
kemudian Benny berdiri
“hp saya bu , maaf”
Seketika itu membuat Fia kaget , Benny membantunya lagi.
“sini bawa ke depan hpmu Ben ..”
“ini bu ..” Benny pun menyerahkan hpnya
“makanya jangan pacaran mulu Ben , sms dari siapa sih ?”
“anu .. anu .. dari Operator mungkin bu”
“hmmm ... yaudah ibu matiin aja hpnya , nih hpmu” Guru itu memberikan HP Benny lagi
“wah makasih ya bu ..”
“sekarang kerjain lagi , jangan main hp mulu”
“iya bu ..”
Benny pun kembali ke tempat duduknya , tapi Fia masih memandangi Benny.
“Ben , kamu kenapa sih ?”
“kenapa apanya Fi ?”
“harusnya tadi hpku yang diambil Bu Ina , tapi kenapa kamu ....”
“gapapa Fi , ya aku tau HP kamu berarti banget buat kamu”
“tapi kamu .....”
“udah gapapa , eh udah sampe nomer berapa ? kerjain lagi gih , 35 menit lagi nih”
“i..ii..ya iya , makasih ya Ben ..”
“iya sama-sama Fi”
Sejujurnya aku nggak mau kamu terlibat masalah apapun Fi , aku akan selalu ada buat kamu karena aku sayang kamu Fi , kata Benny dalam hati
Sesampainya di kelas , Fia sudah menunggu Benny.
“Ben ...”
“apa Fi ?”
“maafin aku ya , aku tau itu nggak lucu”
“iya gapapa kok”
“gini deh sekarang biar pikiran kamu dingin , aku traktir es di kantin deh”
“nggak usah Fi , makasih”
“ayo dong Ben .. plissss” kata Fia memelas
“hmm yaudah deh”
Mereka pun ke kantin , Fia mengajak duduk di pojok kiri kantin itu tapi Fia justru sibuk dengan hpnya lagi , bahkan tidak terjadi percakapan diantara mereka
“Fi , aku balik ke kelas aja ya ..”
“ih ngapain sih Ben , oke oke ... duduk sini , kamu kayak si Bobby ngambekan mulu”
Benny makin merasa kesal ketika nama Bobby disebut Fia
“eh ngomong ngomong cowok itu kalo main game cewek lucu ya”
“maksudnya ?”
“ya kemarin pas malam minggu aku kan jalan sama si Bobby , nah pas di arena game aku liat salah satu game kan , ternyata game itu buat cewek namanya Aikatsu .. nah aku iseng aja si Bobby suruh nyoba , haha lucu tau” Fia tertawa sementara Benny hanya sibuk dengan minumannya , dia lebih memilih memainkan sedotan di gelasnya daripada mendengarkan cerita Fia sementara Fia terus saja bercerita tentang dia dan Bobby yang makin membuat Benny kesal.
Bel tanda istirahat selesai pun berbunyi , Benny dan Fia kembali ke kelas dan bersiap untuk mata pelajaran berikutnya , Fisika.
Guru fisika pun masuk , setelah membahas beberapa materi , dia memberikan tugas.
“anak anak kerjakan halaman 30 , nanti dikumpulkan ya ..”
tiba tiba ada yang nyeletuk dari belakang
“kerjain sekarang nih bu ?”
“Nggak , kerjain kalo kalian udah lulus aja”
Seketika semua seisi kelas tertawa termasuk Fia tapi Benny justru memperhatikan wajah Fia.
“udah sekarang kerjain , nanti dikumpulkan ya ..”
“iyaaaa buuu” jawab siswa sekelas kompak
tapi saat semua tengah mengerjakan soal , hp Fia berbunyi
“aduh gimana nih , lupa gue silent”
Guru itu bertanya hp siapa yang berbunyi , tapi tidak ada yang mengaku
“kalo masih nggak ada yang ngaku , besok ibu nggak akan masuk kelas kalian lagi”
kemudian Benny berdiri
“hp saya bu , maaf”
Seketika itu membuat Fia kaget , Benny membantunya lagi.
“sini bawa ke depan hpmu Ben ..”
“ini bu ..” Benny pun menyerahkan hpnya
“makanya jangan pacaran mulu Ben , sms dari siapa sih ?”
“anu .. anu .. dari Operator mungkin bu”
“hmmm ... yaudah ibu matiin aja hpnya , nih hpmu” Guru itu memberikan HP Benny lagi
“wah makasih ya bu ..”
“sekarang kerjain lagi , jangan main hp mulu”
“iya bu ..”
Benny pun kembali ke tempat duduknya , tapi Fia masih memandangi Benny.
“Ben , kamu kenapa sih ?”
“kenapa apanya Fi ?”
“harusnya tadi hpku yang diambil Bu Ina , tapi kenapa kamu ....”
“gapapa Fi , ya aku tau HP kamu berarti banget buat kamu”
“tapi kamu .....”
“udah gapapa , eh udah sampe nomer berapa ? kerjain lagi gih , 35 menit lagi nih”
“i..ii..ya iya , makasih ya Ben ..”
“iya sama-sama Fi”
Sejujurnya aku nggak mau kamu terlibat masalah apapun Fi , aku akan selalu ada buat kamu karena aku sayang kamu Fi , kata Benny dalam hati
“(....Pada saat kamu menunggu seseorang Saat itu aku diperlukan)”
3 hari setelah peristiwa itu , hari itu hari senin dan olimpiade semakin dekat , jadi Benny lebih sering ke perpustakaan setelah pulang sekolah. Setelah dari perpustakaan hari itu , jam menunjukkan pukul 15.30 saat Benny menuntun sepedanya dari parkiran , tapi langkahnya terhenti saat ia melihat Fia duduk sendiri di kelas paling ujung dan Benny pun menghampirinya.
“Hai Fi ...”
“eh hai Ben , kok baru pulang ? darimana ?
“dari perpus , biasa mau ujian sama olimpiade jadi agak sibuk sih”
“ih sok sibuk sampe aku sendirian dicuekin”
“ya nggak gitu Fi , eh kamu ngapain masih disini ?”
“hmmm .. aku nungguin Bobby , dia masih main basket tuh” kata Fia sambil menunjuk Bobby yang tengah bermain
“dia masih lama ?”
“kayaknya masih , entahlah Ben aku paling males kalo suruh nunggu gini”
Lebih bosenan mana sama aku yang nungguin respon kamu Fi ? ujar Benny dalam hati
“aku temenin deh , mau ?”
“boleh Ben , sini duduk”
Mereka pun asyik mengobrol , banyak canda dan hal yang mereka bicarakan sore itu sampai akhirnya Bobby selesai latihan
“yuk kita pulang ..” ajak Bobby
“Ben , aku pulang dulu ya , kamu ati-ati ntar kalo pulang”
“iya Fi , kalian juga ati-ati”
“yaudah bro , gue sama Fia cabut dulu ya”
“oke Bob” kemudian Bobby dan Fia pergi dengan motor sport warna merah milik Bobby itu.
Aku nggak akan nyerah buat kamu Fi , aku bakalan selalu nunjukkin ke kamu kalo aku pantes dapetin kamu. Aku akan nungguin kamu sampe kamu bener bener bisa sayang dan nerima keadaan aku , tapi sampai kapan Fi ? sampai kapan aku harus ngeliat kamu sama orang lain ? kata Benny dalam hati
3 hari setelah peristiwa itu , hari itu hari senin dan olimpiade semakin dekat , jadi Benny lebih sering ke perpustakaan setelah pulang sekolah. Setelah dari perpustakaan hari itu , jam menunjukkan pukul 15.30 saat Benny menuntun sepedanya dari parkiran , tapi langkahnya terhenti saat ia melihat Fia duduk sendiri di kelas paling ujung dan Benny pun menghampirinya.
“Hai Fi ...”
“eh hai Ben , kok baru pulang ? darimana ?
“dari perpus , biasa mau ujian sama olimpiade jadi agak sibuk sih”
“ih sok sibuk sampe aku sendirian dicuekin”
“ya nggak gitu Fi , eh kamu ngapain masih disini ?”
“hmmm .. aku nungguin Bobby , dia masih main basket tuh” kata Fia sambil menunjuk Bobby yang tengah bermain
“dia masih lama ?”
“kayaknya masih , entahlah Ben aku paling males kalo suruh nunggu gini”
Lebih bosenan mana sama aku yang nungguin respon kamu Fi ? ujar Benny dalam hati
“aku temenin deh , mau ?”
“boleh Ben , sini duduk”
Mereka pun asyik mengobrol , banyak canda dan hal yang mereka bicarakan sore itu sampai akhirnya Bobby selesai latihan
“yuk kita pulang ..” ajak Bobby
“Ben , aku pulang dulu ya , kamu ati-ati ntar kalo pulang”
“iya Fi , kalian juga ati-ati”
“yaudah bro , gue sama Fia cabut dulu ya”
“oke Bob” kemudian Bobby dan Fia pergi dengan motor sport warna merah milik Bobby itu.
Aku nggak akan nyerah buat kamu Fi , aku bakalan selalu nunjukkin ke kamu kalo aku pantes dapetin kamu. Aku akan nungguin kamu sampe kamu bener bener bisa sayang dan nerima keadaan aku , tapi sampai kapan Fi ? sampai kapan aku harus ngeliat kamu sama orang lain ? kata Benny dalam hati
“(....Dirimu yang bersedih dan kesepian
Ku kan selalu berada di sisimu)”
2 hari kemudian , Benny seperti mengalami deja vu karena kejadian itu terulang lagi , Fia masih duduk di tempat yang sama saat mereka mengobrol kemarin lusa , dan Benny kembali menghampiri Fia tapi Fia saat itu sedang menunduk , ia menangis.
“Fi ..... kamu kenapa ?” ujar Benny sambil menyentuk pundak Fia
“eh hai Ben , aku ? gapapa kok Ben ...” seketika Fia langsung menghapus air matanya
“kamu nangis ? kenapa Fi ? cerita aja , siapa tau aku bisa bantu”
“enggak Ben , aku gapapa kok”
“kamu ga percaya sama aku Fi ?”
“percaya kok Ben ..”
“yaudah dong , cerita aja”
“hmm gini .. aku kemarin diajak Bobby ke rumahnya dan ketemu orang tuanya”
“terus ?”
“orang tua Bobby bilang mereka suka aku , bahkan mereka udah mikirin kalo aku dan Bobby lulus nanti mungkin akan segera ditunangin”
Bagai disambar petir siang bolong hati Benny langsung hancur , semua yang ia perjuangkan untuk Fia terasa sia-sia , tapi Benny masih bisa mengontrol emosinya sehingga ia tidak larut dalam kesedihan.
“bagus dong , artinya hubungan kalian dapet restu”
“tapi aku nggak bisa Ben ...”
“nggak bisa kenapa ?”
“akhir akhir ini aku kurang nyaman sama Bobby , dia posesif banget , cemburuan , dia kayak ngekang aku , bahkan kalo mungkin aku nggak bilang kalo kamu itu sahabat baik aku , kita mungkin nggak bisa duduk berdua kayak gini Ben”
Sahabat Fi ? kapan aku bisa berarti lebih buat kamu Fi ? kata Benny dalam hati
“itu artinya Bobby sayang banget sama kamu , dia nggak mau kehilangan kamu Fi”
“tapi Ben .....”
“percaya sama aku , Bobby pasti bakalan ngelakuin apapun yang terbaik buat kamu , nah sekarang senyum dong ....”
“jahat ih masak orang sedih suruh senyum”
“apa mau denger aku nyanyi ?”
“nggak Ben , makasih.”
“yah kok gitu , padahal kemarin aku tampil di kontes nyanyi loh di kampungku”
“ha ? serius ben ?”
“iya orang orang pada sorak-sorak gitu ..”
“wih hebat dong , sorak gimana Ben ?”
“turun ! turun ! turun ! ... gitu”
“ahahaha kamu sih suaranya bikin telinga sakit” Fia tertawa lepas , Benny hanya tersenyum
“yee kan yang penting udah tampil , walau bikin kacau sih ahahaha”
Benny bahagia bisa melihat Fia tersenyum lagi sore itu , tapi tiba-tiba hujan turun , seketika latihan basket sore itu selesai.
“eh kok hujan sih ?”
“yuk kita pulang , kamu bawa jas hujan kan ?” kata Bobby yang sudah memakai jas hujan
“kamu tau sendiri kan aku nggak pernah bawa jas hujan”
“yah terus gimana dong nih , ujannya makin deres lagi”
Benny mengambil sesuatu dari tasnya
“nih Fi pake punyaku aja” kata Benny sambil memberikan jas hujannya
“nggak usah Ben , ntar kamu pulangnya pake apa ?”
“gapapa kok , lagian aku bisa pulang agak malem ... nih pake kan kamu yang keburu-buru”
“beneran gapapa nih ?”
“iya pake aja” Fia pun memakai jas hujan Benny
“yaudah aku pulang dulu ya Ben , makasih ya .. besok aku balikin deh”
“iya Fi sama-sama”
“bro gue sama Fia cabut dulu ya , makasih buat jas hujannya bro” dan mereka berdua pergi , tinggal Benny sendiri kebingungan karena tidak ada yang akan menutupi buku-bukunya dari air hujan sore itu.
Ku kan selalu berada di sisimu)”
2 hari kemudian , Benny seperti mengalami deja vu karena kejadian itu terulang lagi , Fia masih duduk di tempat yang sama saat mereka mengobrol kemarin lusa , dan Benny kembali menghampiri Fia tapi Fia saat itu sedang menunduk , ia menangis.
“Fi ..... kamu kenapa ?” ujar Benny sambil menyentuk pundak Fia
“eh hai Ben , aku ? gapapa kok Ben ...” seketika Fia langsung menghapus air matanya
“kamu nangis ? kenapa Fi ? cerita aja , siapa tau aku bisa bantu”
“enggak Ben , aku gapapa kok”
“kamu ga percaya sama aku Fi ?”
“percaya kok Ben ..”
“yaudah dong , cerita aja”
“hmm gini .. aku kemarin diajak Bobby ke rumahnya dan ketemu orang tuanya”
“terus ?”
“orang tua Bobby bilang mereka suka aku , bahkan mereka udah mikirin kalo aku dan Bobby lulus nanti mungkin akan segera ditunangin”
Bagai disambar petir siang bolong hati Benny langsung hancur , semua yang ia perjuangkan untuk Fia terasa sia-sia , tapi Benny masih bisa mengontrol emosinya sehingga ia tidak larut dalam kesedihan.
“bagus dong , artinya hubungan kalian dapet restu”
“tapi aku nggak bisa Ben ...”
“nggak bisa kenapa ?”
“akhir akhir ini aku kurang nyaman sama Bobby , dia posesif banget , cemburuan , dia kayak ngekang aku , bahkan kalo mungkin aku nggak bilang kalo kamu itu sahabat baik aku , kita mungkin nggak bisa duduk berdua kayak gini Ben”
Sahabat Fi ? kapan aku bisa berarti lebih buat kamu Fi ? kata Benny dalam hati
“itu artinya Bobby sayang banget sama kamu , dia nggak mau kehilangan kamu Fi”
“tapi Ben .....”
“percaya sama aku , Bobby pasti bakalan ngelakuin apapun yang terbaik buat kamu , nah sekarang senyum dong ....”
“jahat ih masak orang sedih suruh senyum”
“apa mau denger aku nyanyi ?”
“nggak Ben , makasih.”
“yah kok gitu , padahal kemarin aku tampil di kontes nyanyi loh di kampungku”
“ha ? serius ben ?”
“iya orang orang pada sorak-sorak gitu ..”
“wih hebat dong , sorak gimana Ben ?”
“turun ! turun ! turun ! ... gitu”
“ahahaha kamu sih suaranya bikin telinga sakit” Fia tertawa lepas , Benny hanya tersenyum
“yee kan yang penting udah tampil , walau bikin kacau sih ahahaha”
Benny bahagia bisa melihat Fia tersenyum lagi sore itu , tapi tiba-tiba hujan turun , seketika latihan basket sore itu selesai.
“eh kok hujan sih ?”
“yuk kita pulang , kamu bawa jas hujan kan ?” kata Bobby yang sudah memakai jas hujan
“kamu tau sendiri kan aku nggak pernah bawa jas hujan”
“yah terus gimana dong nih , ujannya makin deres lagi”
Benny mengambil sesuatu dari tasnya
“nih Fi pake punyaku aja” kata Benny sambil memberikan jas hujannya
“nggak usah Ben , ntar kamu pulangnya pake apa ?”
“gapapa kok , lagian aku bisa pulang agak malem ... nih pake kan kamu yang keburu-buru”
“beneran gapapa nih ?”
“iya pake aja” Fia pun memakai jas hujan Benny
“yaudah aku pulang dulu ya Ben , makasih ya .. besok aku balikin deh”
“iya Fi sama-sama”
“bro gue sama Fia cabut dulu ya , makasih buat jas hujannya bro” dan mereka berdua pergi , tinggal Benny sendiri kebingungan karena tidak ada yang akan menutupi buku-bukunya dari air hujan sore itu.
30 menit berlalu , Benny masih terduduk tapi ia melihat sekumpulan
anak diujung lorong , yup itu adalah siswa yang selesai ekskul menari.
Hujan semakin deras dan Benny mulai kedinginan , tiba tiba ...
“Hai Ben ...”
“eh hai Fa , kok belum pulang ?”
“iya nih , abis selesai nari , buat perpisahan nanti , kamu sendiri belum pulang ?”
“iya , abis ujannya nggak makin reda malah makin deres”
“nggak bawa jas hujan ?”
“bawa tapi dipinjem Fia ..”
terjadi percakapan kecil antara Benny dengan Ifa , Ifa adalah teman sekelas Benny tapi Benny sendiri tidak terlalu akrab dengannya.
“bentar ya Ben ..”
“eh iya Fa ..”
Fia pergi meninggalkan Benny , tapi tak berapa lama ia kembali lagi
“Ben maaf , nggak ada jas hujan tapi nih ada kantong plastik cukup gede buat tempat buku kamu” kata Ifa memberikan plastik itu ke Benny
“serius nih ? ini nggak kepake kan ?”
“enggak , gapapa kamu pake aja”
“makasih ya Fa ..”
Benny segera memasukkan buku-bukunya kedalam plastik itu
”Fa , aku pulang dulu ya .. udah sore juga”
“loh kamu ujan-ujanan ? awas ntar sakit Ben ..”
“gapapa kok , makasih buat plastiknya ya Fa”
“iya Ben sama sama , hati hati ya”
Benny menaiki sepedanya dan pulang menembus derasnya hujan , sementara Ifa hanya berdiri sambil memandangi Benny yang semakin pergi menjauh.
Hujan semakin deras dan Benny mulai kedinginan , tiba tiba ...
“Hai Ben ...”
“eh hai Fa , kok belum pulang ?”
“iya nih , abis selesai nari , buat perpisahan nanti , kamu sendiri belum pulang ?”
“iya , abis ujannya nggak makin reda malah makin deres”
“nggak bawa jas hujan ?”
“bawa tapi dipinjem Fia ..”
terjadi percakapan kecil antara Benny dengan Ifa , Ifa adalah teman sekelas Benny tapi Benny sendiri tidak terlalu akrab dengannya.
“bentar ya Ben ..”
“eh iya Fa ..”
Fia pergi meninggalkan Benny , tapi tak berapa lama ia kembali lagi
“Ben maaf , nggak ada jas hujan tapi nih ada kantong plastik cukup gede buat tempat buku kamu” kata Ifa memberikan plastik itu ke Benny
“serius nih ? ini nggak kepake kan ?”
“enggak , gapapa kamu pake aja”
“makasih ya Fa ..”
Benny segera memasukkan buku-bukunya kedalam plastik itu
”Fa , aku pulang dulu ya .. udah sore juga”
“loh kamu ujan-ujanan ? awas ntar sakit Ben ..”
“gapapa kok , makasih buat plastiknya ya Fa”
“iya Ben sama sama , hati hati ya”
Benny menaiki sepedanya dan pulang menembus derasnya hujan , sementara Ifa hanya berdiri sambil memandangi Benny yang semakin pergi menjauh.
“(Selalu dirugikan juga menyedihkan Tapi tak mengapa bagiku Walau bagaimana asal kau bahagia Aku juga merasa bahagia)”
Benny pun pulang kehujanan , ditambah dengan perasaanya yang hancur
saat mendengar Fia akan dijodohkan dengan Bobby , tapi Benny berusaha menghibur
dirinya sendiri dengan cara ia makin semangat belajar hingga akhirnya dia
kembali merai prestasi di olimpiade sains itu. Sementara bagi Fia , Benny masih
menjadi sahabat karibnya sama seperti dulu , tak ada perasaan lain bagi Fia
terhadap Benny kecuali sebagai seorang sahabat dan mungkin akan terus begitu.
“Cinta bukan soal apa yang kau dapatkan saat ini , tapi cinta adalah saat kau bisa membuat orang lain tersenyum walau kau harus menderita karenanya karena Cinta adalah sebuah pengorbanan”
======================= * THE END * ============================
“Cinta bukan soal apa yang kau dapatkan saat ini , tapi cinta adalah saat kau bisa membuat orang lain tersenyum walau kau harus menderita karenanya karena Cinta adalah sebuah pengorbanan”
======================= * THE END * ============================


0 comments:
Post a Comment