Taman yang ramai.
sunset di ujung barat mengintip diantara rindangnya pepohonan.
Ia masih menunduk , matanya menatap kosong ke rerumputan yang ia pijak. Baju hitam bermotif bunga-bunga menyelimuti tubuh kecilnya , sendal karet kecil warna ungu yang menjadi pijakannya nampak kotor terkena debu-debu sapuan angin tapi ia masih tak bergeming dari ayunan tempatnya duduk. Hatinya sakit , hanya itu yang bisa ia rasakan saat ini. Rasanya ia tak bisa melihat , tak bisa mendengar ramainya lalu lalang orang di taman itu. Ia hanya berteriak dalam hati , Tuhan tak adil.
Sesosok anak kecil berdiri tepat di depannya
“hai ! kau terlihat sedih , kenapa ?” anak kecil laki-laki itu bertanya , tatapannya polos layaknya anak kecil lainnya. Kemeja biru langit dan celana pendek coklat yang ia kenakan menambah kesan rapi darinya.
“aku berulang tahun hari ini , tapi ayah dan ibuku tak memberikanku kado ulang tahun” ia berusaha menatap anak kecil itu , matanya yang sembab dan merah bertemu dengan tatapan anak itu.
“tunggulah sebentar ...” anak laki-laki itu pergi , entah kemana.
“ini untukmu , selamat ulang tahun Naya” anak kecil itu memberikan Naya seikat bunga sepatu berwarna merah yang diikat dengan rumput.
“hmmm .. aku menyukainya ! aku suka kejutan , terimakasih Egi” gadis kecil bernama Naya itu mencoba tersenyum kembali.
Egi dan Naya , dua bocah kecil yang menjadi sahabat karib walaupun latar belakang mereka yang membuat persahabatan mereka seperti 2 sisi koin yang berbeda namun saling melengkapi. Egi menikmati masa kecilnya dengan segala kemewahan dari orang tuanya , berbeda dengan sahabatnya , Naya hidup dengan sederhana.
*********
12 tahun berlalu
Taman yang asri di sore hari.
“aku bahkan masih ingat bagaimana wajahmu saat itu haha kau benar benar lucu”
“begitupun kau , aku sendiri masih ingat bagaimana caramu berpakaian sore itu , benar-benar gaya kuno”
“hei ! itu gaya berpakaian 12 tahun lalu , sekarang lihatlah aku .. berbeda bukan ?”
“hmmm , memang tapi aku rasa aku masih mengingat betul bagaimana kau tersenyum dengan gigi ompongmu itu hahaha”
“haha kau pun sama , terlalu berantakan saat itu”
2 remaja itu masih asyik bercanda di ayunan taman , mereka telah beranjak dewasa sekarang namun persahabatan mereka masih sama seperti 12 tahun lalu. Naya masih sama , dengan kesederhanaan namun anggun , sementara Egi yang nampak tampan dengan celana jeans dan sweeter abu abunya sore itu
sunset di ujung barat mengintip diantara rindangnya pepohonan.
Ia masih menunduk , matanya menatap kosong ke rerumputan yang ia pijak. Baju hitam bermotif bunga-bunga menyelimuti tubuh kecilnya , sendal karet kecil warna ungu yang menjadi pijakannya nampak kotor terkena debu-debu sapuan angin tapi ia masih tak bergeming dari ayunan tempatnya duduk. Hatinya sakit , hanya itu yang bisa ia rasakan saat ini. Rasanya ia tak bisa melihat , tak bisa mendengar ramainya lalu lalang orang di taman itu. Ia hanya berteriak dalam hati , Tuhan tak adil.
Sesosok anak kecil berdiri tepat di depannya
“hai ! kau terlihat sedih , kenapa ?” anak kecil laki-laki itu bertanya , tatapannya polos layaknya anak kecil lainnya. Kemeja biru langit dan celana pendek coklat yang ia kenakan menambah kesan rapi darinya.
“aku berulang tahun hari ini , tapi ayah dan ibuku tak memberikanku kado ulang tahun” ia berusaha menatap anak kecil itu , matanya yang sembab dan merah bertemu dengan tatapan anak itu.
“tunggulah sebentar ...” anak laki-laki itu pergi , entah kemana.
“ini untukmu , selamat ulang tahun Naya” anak kecil itu memberikan Naya seikat bunga sepatu berwarna merah yang diikat dengan rumput.
“hmmm .. aku menyukainya ! aku suka kejutan , terimakasih Egi” gadis kecil bernama Naya itu mencoba tersenyum kembali.
Egi dan Naya , dua bocah kecil yang menjadi sahabat karib walaupun latar belakang mereka yang membuat persahabatan mereka seperti 2 sisi koin yang berbeda namun saling melengkapi. Egi menikmati masa kecilnya dengan segala kemewahan dari orang tuanya , berbeda dengan sahabatnya , Naya hidup dengan sederhana.
*********
12 tahun berlalu
Taman yang asri di sore hari.
“aku bahkan masih ingat bagaimana wajahmu saat itu haha kau benar benar lucu”
“begitupun kau , aku sendiri masih ingat bagaimana caramu berpakaian sore itu , benar-benar gaya kuno”
“hei ! itu gaya berpakaian 12 tahun lalu , sekarang lihatlah aku .. berbeda bukan ?”
“hmmm , memang tapi aku rasa aku masih mengingat betul bagaimana kau tersenyum dengan gigi ompongmu itu hahaha”
“haha kau pun sama , terlalu berantakan saat itu”
2 remaja itu masih asyik bercanda di ayunan taman , mereka telah beranjak dewasa sekarang namun persahabatan mereka masih sama seperti 12 tahun lalu. Naya masih sama , dengan kesederhanaan namun anggun , sementara Egi yang nampak tampan dengan celana jeans dan sweeter abu abunya sore itu
“Naya , kau mau mau
pulang sekarang ?”
“iya ! langit sudah mulai gelap dan udara sudah mulai dingin sekarang” Katanya sembari menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya agar ia merasa hangat
“baiklah , ku antar kau pulang” Egi melepas jaketnya dan menutupi tubuh Naya
Semilir angin senja mengiringi langkah kepergian mereka berdua hari itu.
*****************
Terik matahari begitu menyengat tubuh , namun tak menghalangi semangat Naya kala itu. Brosur masih cukup banyak untuk dibagikan , ia benar-benar berharap ada bantuan dari anggota OSIS atau dari sahabatnya Egi.
Rasa penat Naya akhirnya sampai puncaknya , ia duduk terdiam di pojok lapangan basket sekolahnya. Keringat mengalir deras di sepanjang wajahnya , di tangannya cukup banyak brosur pengumuman yang harus dibagikan.
“masih ada banyak kah ? kau nampak begitu lelah , ini minumlah dulu” Laki laki itu menyodorkan sebotol air mineral pada Naya yang langsung disambarnya
“terimakasih Ge , iya cukup banyak untuk membuatku mengelilingi sekolah ini lagi”
“tak apa , aku akan membantumu .. tak biasanya kau sendirian , dimana Egi ?”
“entahlah , seharian ini aku tidak melihatnya muncul .. mungkin dia di kelasnya”
“baiklah , ayo cepat kerjakan , nanti aku akan memberimu kejutan , aku jamin kau akan suka ?”
“kejutan ? aku suka kejutan ! baiklah ayo kerjakan”
Semangat Naya yang tadinya mulai hilang kini seakan berada di puncaknya , ia begitu cepat membagikan brosur-brosur itu dan segera kembali ke tempat duduknya tadi.
“baiklah , sekarang apa yang akan kau berikan padaku ?”
“oke , kemarin aku berbicara dengan ayahku , dia bilang aku berhak mendapat liburan .. dan aku rasa aku pantas mengajak kau , Egi dan Viona untuk ikut denganku”
“wah , sungguh ? baiklah ! aku mau , nanti aku akan memberitahu Egi soal ini , terimakasih Ge”
Geo , itu nama lelaki yang berbincang dengan Naya siang itu. Laki-laki berambut pendek dengan penampilan rapi yang selalu menjadi ciri khasnya karena dia adalah ketua OSIS di sekolah itu.
“iya ! langit sudah mulai gelap dan udara sudah mulai dingin sekarang” Katanya sembari menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya agar ia merasa hangat
“baiklah , ku antar kau pulang” Egi melepas jaketnya dan menutupi tubuh Naya
Semilir angin senja mengiringi langkah kepergian mereka berdua hari itu.
*****************
Terik matahari begitu menyengat tubuh , namun tak menghalangi semangat Naya kala itu. Brosur masih cukup banyak untuk dibagikan , ia benar-benar berharap ada bantuan dari anggota OSIS atau dari sahabatnya Egi.
Rasa penat Naya akhirnya sampai puncaknya , ia duduk terdiam di pojok lapangan basket sekolahnya. Keringat mengalir deras di sepanjang wajahnya , di tangannya cukup banyak brosur pengumuman yang harus dibagikan.
“masih ada banyak kah ? kau nampak begitu lelah , ini minumlah dulu” Laki laki itu menyodorkan sebotol air mineral pada Naya yang langsung disambarnya
“terimakasih Ge , iya cukup banyak untuk membuatku mengelilingi sekolah ini lagi”
“tak apa , aku akan membantumu .. tak biasanya kau sendirian , dimana Egi ?”
“entahlah , seharian ini aku tidak melihatnya muncul .. mungkin dia di kelasnya”
“baiklah , ayo cepat kerjakan , nanti aku akan memberimu kejutan , aku jamin kau akan suka ?”
“kejutan ? aku suka kejutan ! baiklah ayo kerjakan”
Semangat Naya yang tadinya mulai hilang kini seakan berada di puncaknya , ia begitu cepat membagikan brosur-brosur itu dan segera kembali ke tempat duduknya tadi.
“baiklah , sekarang apa yang akan kau berikan padaku ?”
“oke , kemarin aku berbicara dengan ayahku , dia bilang aku berhak mendapat liburan .. dan aku rasa aku pantas mengajak kau , Egi dan Viona untuk ikut denganku”
“wah , sungguh ? baiklah ! aku mau , nanti aku akan memberitahu Egi soal ini , terimakasih Ge”
Geo , itu nama lelaki yang berbincang dengan Naya siang itu. Laki-laki berambut pendek dengan penampilan rapi yang selalu menjadi ciri khasnya karena dia adalah ketua OSIS di sekolah itu.
**************
Siang yang panas tak menyurutkan semangat 4 remaja itu menyusuri bibir pantai , deburan ombak dan kencangnya angin seakan menjadi obat dari panasnya terik matahari yang menyengat.
“hei aku ingin berfoto disana dengan Viona , tolong ambilkan foto untukku , Ge”
“baiklah kalian berpose saja dulu”
“oke .. satu ... dua ...” tiba tiba Egi melompat dan langsung mengacak-acak rambut Naya
“tiga ..”
“hei ! kau jahat !” Naya mengejar Egi yang berlari ke Geo
“Ge , kau tunjukkan hasilnya padaku nanti ya haha”
Hasilnya pun sangat lucu , tampak rambut hitam Naya acak-acakan akibat ulah Egi
“hei itu tidak lucu ! ah kalian !” Naya tampak cemberut , ia duduk di pasir pasir putih yang menghiasi pantai itu
”hei nona ... apa kau tidak ingin melihat wajahmu sekali lagi ? ahahaha” Egi menunjukkan foto yang membuat Naya semakin cemberut
“itu tidak lucu Egi ! hapus sekarang !” Naya mengejar Egi yang terus berlari , namun tiba tiba ia berhenti. Egi nampak pucat
“kau kenapa ? apa kau tidak apa-apa ?”
“aku baik baik saja , setelah ku lihat lihat tidak buruk juga” Egi mengomentari foto itu lagi
“hei ! kembalikan !”
Mereka semua nampak bahagia hari itu.
*************
Ulang tahun Naya semakin dekat
Naya berharap Egi masih memberikan kejutan untuknya di ulang tahunnya yang ke-17 ini. Selama ini Egi tak pernah gagal membuat Naya terharu , mulai dari bunga di depan pintu rumahnya sampai lemparan bola tennis ke jendela kamarnya di ulang tahunnya yang ke-15
Rapat OSIS masih berjalan sampai sore , banyak agenda yang harus dikerjakan oleh anggotanya tak ketinggalan Naya. Hari ini ia nampak lebih bersemangat , ia masih berpikir apa kejutan yang akan diberikan Egi untuknya nanti.
“menurutmu Egi akan memberikanku kejutan apa ?”
“hmm dia benar benar Mr.Surprise , aku tak tahu .. banyak sekali rencana kejutan di otaknya”
Jawaban Geo membuat Naya makin tertarik.
“tapi kau yakin kan dia tak akan mengecewakanku ? setahuku ia selalu mengingat setiap momen spesialku , terutama hari ulang tahunku”
“aku yakin ! bersabarlah untuk kejutan darinya”
Lengkungan senyum menghiasi wajah Naya , ia benar benar tidak sabar menunggu kejutan Egi.
****************
Pukul 09.00 pagi , Hari Minggu
Hari ini adalah ultah Naya yang ke-17 , ia sudah mendapatkan ucapan dari kedua orang tuanya dan juga teman-temannya , tapi ia masih menunggu kejutan dari Egi.
Bel rumah berbunyi , Naya segera melompat untuk membuka pintu yang ternyata seorang pengantar surat , ia memberikan sepucuk surat yang terbungkus amplop berwarna putih untuk Naya.
Naya membuka surat itu.
“datanglah ke apartmenku sekarang. Egi” di dalam amplop itu juga berisi sebuah kunci.
Senyum cerah kembali menghampiri wajah Naya.
Naya sampai di apartmen Egi , ia membuka pintu perlahan dan mulai masuk ruangan.
Ia terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.
Disana terdapat music box yang memutar lagu ulang tahun , seluruh ruangan dihias dengan suasana pesta , boneka beruang yang menjadi favorit Naya berjejer rapi disepanjang kamar tidur , tapi ia tak menemukan Egi disana.
Pandangan Naya beralih pada sepucuk surat yang tergeletak diatas meja kayu warna coklat disamping tempat tidur Egi. Diatas surat itu tertulis DEAR NAYA ,
Siang yang panas tak menyurutkan semangat 4 remaja itu menyusuri bibir pantai , deburan ombak dan kencangnya angin seakan menjadi obat dari panasnya terik matahari yang menyengat.
“hei aku ingin berfoto disana dengan Viona , tolong ambilkan foto untukku , Ge”
“baiklah kalian berpose saja dulu”
“oke .. satu ... dua ...” tiba tiba Egi melompat dan langsung mengacak-acak rambut Naya
“tiga ..”
“hei ! kau jahat !” Naya mengejar Egi yang berlari ke Geo
“Ge , kau tunjukkan hasilnya padaku nanti ya haha”
Hasilnya pun sangat lucu , tampak rambut hitam Naya acak-acakan akibat ulah Egi
“hei itu tidak lucu ! ah kalian !” Naya tampak cemberut , ia duduk di pasir pasir putih yang menghiasi pantai itu
”hei nona ... apa kau tidak ingin melihat wajahmu sekali lagi ? ahahaha” Egi menunjukkan foto yang membuat Naya semakin cemberut
“itu tidak lucu Egi ! hapus sekarang !” Naya mengejar Egi yang terus berlari , namun tiba tiba ia berhenti. Egi nampak pucat
“kau kenapa ? apa kau tidak apa-apa ?”
“aku baik baik saja , setelah ku lihat lihat tidak buruk juga” Egi mengomentari foto itu lagi
“hei ! kembalikan !”
Mereka semua nampak bahagia hari itu.
*************
Ulang tahun Naya semakin dekat
Naya berharap Egi masih memberikan kejutan untuknya di ulang tahunnya yang ke-17 ini. Selama ini Egi tak pernah gagal membuat Naya terharu , mulai dari bunga di depan pintu rumahnya sampai lemparan bola tennis ke jendela kamarnya di ulang tahunnya yang ke-15
Rapat OSIS masih berjalan sampai sore , banyak agenda yang harus dikerjakan oleh anggotanya tak ketinggalan Naya. Hari ini ia nampak lebih bersemangat , ia masih berpikir apa kejutan yang akan diberikan Egi untuknya nanti.
“menurutmu Egi akan memberikanku kejutan apa ?”
“hmm dia benar benar Mr.Surprise , aku tak tahu .. banyak sekali rencana kejutan di otaknya”
Jawaban Geo membuat Naya makin tertarik.
“tapi kau yakin kan dia tak akan mengecewakanku ? setahuku ia selalu mengingat setiap momen spesialku , terutama hari ulang tahunku”
“aku yakin ! bersabarlah untuk kejutan darinya”
Lengkungan senyum menghiasi wajah Naya , ia benar benar tidak sabar menunggu kejutan Egi.
****************
Pukul 09.00 pagi , Hari Minggu
Hari ini adalah ultah Naya yang ke-17 , ia sudah mendapatkan ucapan dari kedua orang tuanya dan juga teman-temannya , tapi ia masih menunggu kejutan dari Egi.
Bel rumah berbunyi , Naya segera melompat untuk membuka pintu yang ternyata seorang pengantar surat , ia memberikan sepucuk surat yang terbungkus amplop berwarna putih untuk Naya.
Naya membuka surat itu.
“datanglah ke apartmenku sekarang. Egi” di dalam amplop itu juga berisi sebuah kunci.
Senyum cerah kembali menghampiri wajah Naya.
Naya sampai di apartmen Egi , ia membuka pintu perlahan dan mulai masuk ruangan.
Ia terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.
Disana terdapat music box yang memutar lagu ulang tahun , seluruh ruangan dihias dengan suasana pesta , boneka beruang yang menjadi favorit Naya berjejer rapi disepanjang kamar tidur , tapi ia tak menemukan Egi disana.
Pandangan Naya beralih pada sepucuk surat yang tergeletak diatas meja kayu warna coklat disamping tempat tidur Egi. Diatas surat itu tertulis DEAR NAYA ,
Naya membuka surat itu , ia mulai membaca isinya.
“DEAR NAYA ,
Sebelumnya aku minta maaf atas kejutanku yang terlambat ini , aku harap kau tidak kecewa karena aku mempersiapkan ini sejak 4 bulan yang lalu.
Aku masih ingat ketika aku masih menjadi sesosok bocah culun yang berniat memberimu kejutan ulang tahun kala itu.
Aku selalu ingat bagaimana kau tersenyum , bahkan bagaimana kau bersedih saat itu.
Aku bukan makhluk sempurna , aku mungkin hanya bisa menganggumu saat kau berfoto dengan Viona di pantai waktu itu , percayalah semua itu tak lebih hanya untuk membuat kau bahagia.
Naya ,
Rasanya tak banyak waktu yang aku miliki , penyakit Leukimia ini sudah semakin memburuk. Dokter mengatakan aku tidak akan bertahan lebih dari 3 bulan , namun aku bisa buktikan bahwa aku bisa bertahan 4 bulan untuk menyiapkan ini semua untukmu
Berjanjilah padaku , kau akan selalu menjadi Naya sahabatku.
Egi.”
Air mata naya tak tertahankan lagi , Egi telah pergi , sahabat baiknya kini sudah meninggalkan dia untuk selama lamanya. Naya hanya bisa menangis saat itu.
Hari hari Naya kini berbeda , ia lebih suka menyendiri di ayunan taman dulu. Ia berharap saat ia membuka mata nanti , Egi akan kembali memberinya seikat bunga sepatu seperti dulu lagi.
********************************** THE END **************************
“DEAR NAYA ,
Sebelumnya aku minta maaf atas kejutanku yang terlambat ini , aku harap kau tidak kecewa karena aku mempersiapkan ini sejak 4 bulan yang lalu.
Aku masih ingat ketika aku masih menjadi sesosok bocah culun yang berniat memberimu kejutan ulang tahun kala itu.
Aku selalu ingat bagaimana kau tersenyum , bahkan bagaimana kau bersedih saat itu.
Aku bukan makhluk sempurna , aku mungkin hanya bisa menganggumu saat kau berfoto dengan Viona di pantai waktu itu , percayalah semua itu tak lebih hanya untuk membuat kau bahagia.
Naya ,
Rasanya tak banyak waktu yang aku miliki , penyakit Leukimia ini sudah semakin memburuk. Dokter mengatakan aku tidak akan bertahan lebih dari 3 bulan , namun aku bisa buktikan bahwa aku bisa bertahan 4 bulan untuk menyiapkan ini semua untukmu
Berjanjilah padaku , kau akan selalu menjadi Naya sahabatku.
Egi.”
Air mata naya tak tertahankan lagi , Egi telah pergi , sahabat baiknya kini sudah meninggalkan dia untuk selama lamanya. Naya hanya bisa menangis saat itu.
Hari hari Naya kini berbeda , ia lebih suka menyendiri di ayunan taman dulu. Ia berharap saat ia membuka mata nanti , Egi akan kembali memberinya seikat bunga sepatu seperti dulu lagi.
********************************** THE END **************************


0 comments:
Post a Comment